JBC 2K12 - SALAH DUA KALI , BERBUAH MEDALI

             SURABAYA - DetEksi selaku penyelenggara Axis DetEksi Convention 2k12 tidak hanya mengapresiasi karya yang mereka anggap menari...

             SURABAYA - DetEksi selaku penyelenggara Axis DetEksi Convention 2k12 tidak hanya mengapresiasi karya yang mereka anggap menarik dan terbaik saja. Diluar itu , DetEksi juga sangat menghargai usaha dan kerja keras para peserta. Beberapa contoh diantaranya adalah penghargaan yang diberikan panitia kepada 5 tim mading yang telah berusaha mati-matian untuk mengerjakan madingnya agar dapat cepat dikumpulkan. Tidak tanggung-tanggung , panitia even yang kali pertama digelar di Plenary Hall Tunjugan Plaza I ini memberikan ganjaran bagi 5 sekolah pertama berupa masing-masing 1 medali perunggu yang akan diakumulasikan dengan medali lainnya untuk menggiring gelar best school ke almamater masing-masing.

            Tahun ini , 5 sekolah berhasil memboyong gelar tersebut. Salah satu diantaranya adalah  mading 3D karya SMK Negeri 2 Buduran Sidoarjo. Salah satu sekolah menengah kejuruan di kota udang tersebut berhasil memboyong medali perunggu untuk sekolahnya setelah melewati serangkaian perjungan panjang. Tim mading yang berjudul “Alice in The Detland” tersebut benar-benar menerapkan sistem disiplin yang ketat. M. Prio , salah satu tim mading tersebut menuturkan bahwa mereka membuat mading ini jauh-jauh hari sebelum acara Axis DetEksi Convention tahun ini dipublikasikan di media. Mereka mengaku percaya diri mengerjakan mading jauh-jauh hari , walaupun hal tersebut tergolong nekat. Pasalnya , panitia belum menyebarluaskan bagaimana kriteria mading yang harus dikumpulkan oleh peserta. “Kami punya pedoman penting , yaitu tema. Kami sudah tahu tema tahun ini , saat penutupan DetCon tahun lalu” ujarnya sambil merapikan pernak-pernik mading yang memiliki boneka sebagai ikon utama madingnya itu.

            Perjuangan yang mereka lalui sebelum panitia resmi menganugerahkan medali perunggu kepada mereka sangatlah panjang. Butuh kesabaran ekstra untuk membuat detil demi detil mading 3D karya mereka. “Clay si Det hampir membuat kami frustasi” itulah yang dilontarkan salah satu anggota mading mengenai susahnya mengerjakan unsur-unsur mading. Tak hanya itu , mereka juga butuh kesabaran yang benar-benar ekstra. Terhitung sudah 2 kali mereka salah saat mengirim madingnya di basement graha pena , Surabaya. Kesalahan pertama mereka adalah mengirim mading tepat 1 bulan sebelum waktu pengumpulan mading. Hal itu mereka lakukan karena besarnya ketakutan dan kekhawatiran mereka atas bayang-bayang kegagalan membawa pulang medali perunggu bagi sekolahnya. Namun , apa daya, bukan medali perunggu yang didapat, mereka justru harus pulang dengan paras kecewa lantaran panitia menolak karya mereka dengan alasan waktu pengiriman yang sangat tidak wajar. Alhasil , mau tidak mau mereka harus membawa pulang kembali mading yang juga berbahan teh tersebut.

            Tepat satu minggu sebelum waktu pengumpulan , mereka datang kembali dengan membawa mading ke graha pena. Ternyata panitia tetap bersikukuh menolak mading mereka karena peneriman baru bisa dilakukan esok hari. Ini kesalahan kedua mereka dan dengan berat hati mading yang membahas tentang tokoh sebuah film tenar tersebut  harus kembali dibawa pulang. Keesokan harinya , langkah mereka masih menuai rintangan. Mereka memang berhasil mendapat nomor urut pertama , namun naas , beberapa partikel mading mereka ada yang rusak ,ampas teh hilang entah kemana dan beberapa artikel terbang tak tahu kemana arahnya. Dengan semangat membara , mading itu dapat kembali diperbaiki sedemikian rupa hingga terbentuk seperti semula dalam hitungan menit. Nomor urut 001 terpampang jelas di mading karya sekolah yang terletak di jalan Ahmad Yani,Sidoarjo tersebut. Senyum bangga terpampang jelas pada wajah mereka. Kini,medali perunggu sudah siap dipersembahkan bagi sekolahnya. “Bangga , perjuangan kita gak sia-sia” ujar Raka , ketua tim mading 3D tersebut.
 
NAMA PENULIS       : DIMAS PUTRA PERMADI
ASAL SEKOLAH      : SMA NEGERI 1 PORONG , SIDOARJO

You Might Also Like

0 comments

Flickr Images