JBC 2K12 - GENERASI KITA , GENERASI MENUNDUK
08:06 Di zaman yang serba berbau teknologi ini, sudah tidak dapat dipungkiri bahwa gadget sudah menjadi kebutuhan yang tak bisa dihindari oleh para remaja masa kini. Gadget sudah
beralih fungsi menjadi kawan dimanapun, kapanpun dan dengan siapapun
dia berada. Bahkan, ada beberapa diantara mereka yang mengaku lebih
memilih kehilangan dompet daripada gadget kesayangan mereka.
Fenomena ini sudah jelas menyimpulkan bahwa remaja masa kini jauh lebih
peka terhadap teknologi yang semakin hari semakin menjamur
keberadaannya.
Facebook, Twitter dan Blackberry Messengger adalah
satu contoh kecil perkembangan alih-fungsi teknologi masa kini.
Keberadaan 3 sosial media dan instant messaging tersebut diatas sedikit
demi sedikit menggeser fungsi ponsel yang sejatinya untuk berkomunikasi
melalui suara (telepon) dan pesan singkat (SMS). Remaja masa kini
berlomba-lomba untuk membuat akun di beberapa sosial media untuk bisa
berkomunikasi dengan kawan sebayanya melalui dunia maya yang mereka
anggap lebih fleksibel. Namun, suatu hal yang mustahil bila suatu kecanggihan tidak memiliki efek samping buruk atas kecanggihannya tersebut.
Dekade ini bisa dibilang adalah dekade dimana teknologi
berkembang dengan pesatnya. Para remaja kawula muda juga bergegas
mengikuti tren yang ada. Bahkan, sebagian dari mereka hanya mengikuti
arus tanpa melihat realita dan efek buruk yang mungkin akan menimpa
mereka. Lihatlah kini, maraknya ponsel dan komunikasi nirkabel membuat
hubungan sosial mereka di dunia maya semakin terlihat aktif. Namun,
kita harusnya juga sadar bahwa kita hidup di dunia nyata dimana di
sekitar kita juga ada interaksi sosial yang harus kita perhatikan.
Remaja jaman sekarang terkesan menghiraukan aktifitas sosial di
kehidupan nyata. Mereka lupa bila disekitarnya terdapat sekumpulan
makhluk hidup yang harusnya berinteraksi dengan kita. Mereka lebih
memilih aktif di jejaring sosial ketimbang aktif di dunia nyata. Hal
ini semakin memperburuk citra anak muda yang seharusnya bisa
menggantikan peran orang dewasa demi kebutuhan regenerasi.
Maraknya pertemanan di dunia maya seakan mengisyaratkan
dunia ini tiada batasnya. Semua orang bisa berhubungan dengan
orang-orang lainnya di seluruh belahan dunia tanpa terhalang oleh
apapun. Kita bebas berkomunikasi dan berinteraksi dengan siapapun,
bahkan dengan orang yang baru kita kenal sekalipun. Sadar atau tidak,
hal ini membuat kita semakin tidak peka dengan lingkungan sekitar.
Generasi kita saat ini cenderung cuek dengan lingkungan dan interaksi
sosial di sekitarnya. Mereka lebih memilih diam menunduk dengan
ponselnya masing-masing. Mereka lebih memilih tersenyum sendiri seraya
menekan tuts ponsel kesayangannya. Amat tragis kedengarannya, tapi
inilah realita yang tengah melanda generasi kita.
Tidak berlebihan memang jika dikatakan generasi kita
ini adalah generasi menunduk. Tengok saja, apapun aktivitas yang mereka
lakukan mereka cenderung fokus terhadap ponselnya. Pandangannya
menunduk, tidak sedikitpun memperhatikan aktifitas yang harusnya
mereka kerjakan. Maka dari itu, melihat remaja yang sedang makan seraya
menekan-nekan tombol ponselnya dalam waktu yang bersamaan adalah bukan
suatu hal yang aneh di zaman yang serba berbau teknologi ini.
Hal ini juga tidak jauh berbeda dengan realita yang
terjadi di Axis DetEksi Convention 2k12. Banyak sekali peserta yang
lebih memilih menunduk memandangi layar ponselnya ketimbang
menyambut pengunjung yang menengok madingnya. Bahkan tak jarang panitia
harus memanggil nama peserta berkali-kali lantaran peserta tak
mendengar akibat sibuk memencet-mencet tuts ponselnya masing-masing.
Kini, ada dua pilihan yang ada di genggaman remaja. Mau
memanfaatkan teknologi secara tepat guna agar menjadi generasi
berpendidikan yang berkualitas atau masih mau berkutat di euforia
teknologi yang menyesatkan sehingga tidak peka terhadap lingkungan dan
aktifitas sosial di sekitarnya. Pemuda berhak memilih, mereka yang
berwawasan luas ke arah masa depan adalah mereka yang bisa memanfaatkan
kemajuan teknologi tanpa menghilangkan kepekaannya terhadap lingkungan
dan aktifitas sosial yang tengah berlangsung di sekitarnya.
NAMA PENULIS : DIMAS PUTRA PERMADI
SEKOLAH : SMA NEGERI 1 PORONG, SIDOARJO
0 comments