JBC 2K12 - GENERASI KITA , GENERASI MENUNDUK

            Di zaman yang serba berbau teknologi ini, sudah tidak dapat dipungkiri bahwa gadget sudah menjadi kebutuhan yang tak bisa dihin...

            Di zaman yang serba berbau teknologi ini, sudah tidak dapat dipungkiri bahwa gadget sudah menjadi kebutuhan yang tak bisa dihindari oleh para remaja masa kini. Gadget sudah beralih fungsi menjadi kawan dimanapun, kapanpun dan dengan siapapun dia berada. Bahkan, ada beberapa diantara mereka yang mengaku lebih memilih kehilangan dompet daripada gadget kesayangan mereka. Fenomena ini sudah jelas menyimpulkan bahwa remaja masa kini jauh lebih peka terhadap teknologi yang semakin hari semakin menjamur keberadaannya.

            Facebook, Twitter dan Blackberry Messengger adalah satu contoh kecil perkembangan alih-fungsi teknologi masa kini. Keberadaan 3 sosial media dan instant messaging tersebut diatas sedikit demi sedikit menggeser fungsi ponsel yang sejatinya untuk berkomunikasi melalui suara (telepon) dan pesan singkat (SMS). Remaja masa kini berlomba-lomba untuk membuat akun di beberapa sosial media untuk bisa berkomunikasi dengan kawan sebayanya melalui dunia maya yang mereka anggap lebih fleksibel. Namun, suatu hal yang mustahil bila suatu kecanggihan tidak memiliki efek samping buruk atas kecanggihannya tersebut.

            Dekade ini bisa dibilang adalah dekade dimana teknologi berkembang dengan pesatnya. Para remaja kawula muda juga bergegas mengikuti tren yang ada. Bahkan, sebagian dari mereka hanya mengikuti arus tanpa melihat realita dan efek buruk yang mungkin akan menimpa mereka.  Lihatlah kini, maraknya ponsel dan komunikasi nirkabel membuat hubungan sosial mereka di dunia maya semakin terlihat aktif. Namun, kita harusnya juga sadar bahwa kita hidup di dunia nyata dimana di sekitar kita juga ada interaksi sosial yang harus kita perhatikan. Remaja jaman sekarang terkesan menghiraukan aktifitas sosial di kehidupan nyata. Mereka lupa bila disekitarnya terdapat sekumpulan makhluk hidup yang harusnya berinteraksi dengan kita. Mereka lebih memilih aktif di jejaring sosial ketimbang aktif di dunia nyata. Hal ini semakin memperburuk citra anak muda yang seharusnya bisa menggantikan peran orang dewasa demi kebutuhan regenerasi.

            Maraknya pertemanan di dunia maya seakan mengisyaratkan dunia ini tiada batasnya. Semua orang bisa berhubungan dengan orang-orang lainnya di seluruh belahan dunia tanpa terhalang oleh apapun. Kita bebas berkomunikasi dan berinteraksi dengan siapapun, bahkan dengan orang yang baru kita kenal sekalipun. Sadar atau tidak, hal ini membuat kita semakin tidak peka dengan lingkungan sekitar. Generasi kita saat ini cenderung cuek dengan lingkungan dan interaksi sosial di sekitarnya. Mereka lebih memilih diam menunduk dengan ponselnya masing-masing. Mereka lebih memilih tersenyum sendiri seraya menekan tuts ponsel kesayangannya. Amat tragis kedengarannya, tapi inilah realita yang tengah melanda generasi kita.

            Tidak berlebihan memang jika dikatakan generasi kita ini adalah generasi menunduk. Tengok saja, apapun aktivitas yang mereka lakukan mereka cenderung fokus terhadap ponselnya. Pandangannya menunduk,  tidak sedikitpun memperhatikan aktifitas yang harusnya mereka kerjakan. Maka dari itu, melihat remaja yang sedang makan seraya menekan-nekan tombol ponselnya dalam waktu yang bersamaan adalah bukan suatu hal yang aneh di zaman yang serba berbau teknologi ini.

            Hal ini juga tidak jauh berbeda dengan realita yang terjadi di Axis DetEksi Convention 2k12. Banyak sekali peserta yang lebih memilih menunduk memandangi layar ponselnya ketimbang menyambut pengunjung yang menengok madingnya. Bahkan tak jarang panitia harus memanggil nama peserta berkali-kali lantaran peserta tak mendengar akibat sibuk memencet-mencet tuts ponselnya masing-masing.

            Kini, ada dua pilihan yang ada di genggaman remaja. Mau memanfaatkan teknologi secara tepat guna agar menjadi generasi berpendidikan yang berkualitas atau masih mau berkutat di euforia teknologi yang menyesatkan sehingga tidak peka terhadap lingkungan dan aktifitas sosial di sekitarnya. Pemuda berhak memilih, mereka yang berwawasan luas ke arah masa depan adalah mereka yang bisa memanfaatkan kemajuan teknologi tanpa menghilangkan kepekaannya terhadap lingkungan dan aktifitas sosial yang tengah berlangsung di sekitarnya.

NAMA PENULIS     : DIMAS PUTRA PERMADI
SEKOLAH                : SMA NEGERI 1 PORONG, SIDOARJO

You Might Also Like

0 comments

Flickr Images