#28HariBerceritaCinta
#28HariBerceritaCinta (9) : SOSOK LAIN
14:40
Kata orang, cinta pada pandangan pertama akan terus dikenang
hingga kita beranjak dewasa. Kata orang, cinta pada pandangan pertama tak kan
pernah lekang oleh ingatan. Dan kini, aku memercayainya. Semenjak dia
menyatakan cinta, aku yakin dia cinta pertama dan terakhirku. Dan semuanya
terbukti ketika aku dan dia memutuskan untuk menikah 3 tahun yang lalu. Hingga
detik ini, semuanya berjalan lancar tanpa sedikitpun noda di antara hubungan
kita.
“Malam
ini mungkin kamu akan makan malam sendirian. Aku pulang larut malam”
Semuanya
berjalan lancar hingga akhirnya aku sering menemukan pesan singkat itu
diponselku pada beberapa malam ini. Sebagai seorang istri aku hanya bisa
memahami tugasnya yang berat sebagai kepala divisi di sebuah perusahaan besar.
Sesaat setelah aku menerima pesannya yang khas, aku selalu duduk mematung di
sofa ruang tamu. Aku selalu menunggunya hingga datang larut malam.
Aku
selalu menyambutnya dengan hangat ketika dia datang larut malam. Aku bantu
melepas pakaiannya dan menyiapkan makan malam untuknya. Tak lupa pula air
hangat kusiapkan untuk mandi karena aku tahu dia sangat risih dengan tubuhnya
yang bau dan lengket akibat bekerja seharian. Setelah mandi, kami menghabiskan
jam-jam menuju subuh untuk makan bersama dan shalat tahajud berjamaah.
Begitulah rutinitas kami akhir-akhir ini pada malam hari.
Malam
ini, ia datang tidak larut malam. Namun sangat larut malam. Ia membuka pintu
depan ketika jarum jam di ruang tamu menunjukkan pukul tiga dini hari. Aku
menyambutnya dengan senyuman. Namun ia tidak membalasku dengan senyuman seperti
malam-malam sebelumnya. Dengan hidungku sendiri, aku mencium bau alkohol yang
berasal dari badannya. Ini bau aneh pertama yang kucium dari tubunnya yang
kekar selama kami menjalin hubungan. Dengan kasar ia membanting pintu dan masuk
ke kamar tanpa menengok hidangan yang kudidihkan tiap satu jam demi masakan
yang hangat dan fresh ketika dia datang. Ketika dia melemparkan jas putihnya ke
arahku, mataku memerah ketika aku menemukan bekas lipstick disana. Lipstick itu
membentuk sebuah bekas ciuman. Mataku
terus memerah dan melelehkan air mata.Dan malam ini, lipstick merah itu telah
sukses. Sukses menggiringku menemukan sosok lain dalam raga suamiku.
-Dim's-
#28HariBerceritaCinta
1 comments
hoaah, dibanding dulu aku lebih suka yang ini. paragraf terakhir nggak usah dibold nggak apa kok, pasti pembaca udah tau itu klimaksnya. cuma akhirnya aja agak kurang "wow." tapi keren kok!
ReplyDeletekeep writing!