#28HariBerceritaCinta (9) : SOSOK LAIN

                  Kata orang, cinta pada pandangan pertama akan terus dikenang hingga kita beranjak dewasa. Kata orang, cinta pada pa...


                  Kata orang, cinta pada pandangan pertama akan terus dikenang hingga kita beranjak dewasa. Kata orang, cinta pada pandangan pertama tak kan pernah lekang oleh ingatan. Dan kini, aku memercayainya. Semenjak dia menyatakan cinta, aku yakin dia cinta pertama dan terakhirku. Dan semuanya terbukti ketika aku dan dia memutuskan untuk menikah 3 tahun yang lalu. Hingga detik ini, semuanya berjalan lancar tanpa sedikitpun noda di antara hubungan kita.

                “Malam ini mungkin kamu akan makan malam sendirian. Aku pulang larut malam”
                Semuanya berjalan lancar hingga akhirnya aku sering menemukan pesan singkat itu diponselku pada beberapa malam ini. Sebagai seorang istri aku hanya bisa memahami tugasnya yang berat sebagai kepala divisi di sebuah perusahaan besar. Sesaat setelah aku menerima pesannya yang khas, aku selalu duduk mematung di sofa ruang tamu. Aku selalu menunggunya hingga datang larut malam.

                Aku selalu menyambutnya dengan hangat ketika dia datang larut malam. Aku bantu melepas pakaiannya dan menyiapkan makan malam untuknya. Tak lupa pula air hangat kusiapkan untuk mandi karena aku tahu dia sangat risih dengan tubuhnya yang bau dan lengket akibat bekerja seharian. Setelah mandi, kami menghabiskan jam-jam menuju subuh untuk makan bersama dan shalat tahajud berjamaah. Begitulah rutinitas kami akhir-akhir ini pada malam hari.

                Malam ini, ia datang tidak larut malam. Namun sangat larut malam. Ia membuka pintu depan ketika jarum jam di ruang tamu menunjukkan pukul tiga dini hari. Aku menyambutnya dengan senyuman. Namun ia tidak membalasku dengan senyuman seperti malam-malam sebelumnya. Dengan hidungku sendiri, aku mencium bau alkohol yang berasal dari badannya. Ini bau aneh pertama yang kucium dari tubunnya yang kekar selama kami menjalin hubungan. Dengan kasar ia membanting pintu dan masuk ke kamar tanpa menengok hidangan yang kudidihkan tiap satu jam demi masakan yang hangat dan fresh ketika dia datang. Ketika dia melemparkan jas putihnya ke arahku, mataku memerah ketika aku menemukan bekas lipstick disana. Lipstick itu membentuk sebuah bekas ciuman.  Mataku terus memerah dan melelehkan air mata.Dan malam ini, lipstick merah itu telah sukses. Sukses menggiringku menemukan sosok lain dalam raga suamiku.

-Dim's-
#28HariBerceritaCinta 

You Might Also Like

1 comments

  1. hoaah, dibanding dulu aku lebih suka yang ini. paragraf terakhir nggak usah dibold nggak apa kok, pasti pembaca udah tau itu klimaksnya. cuma akhirnya aja agak kurang "wow." tapi keren kok!
    keep writing!

    ReplyDelete

Flickr Images